Ayie Rainyvow
Karakter pertama gue di forum Indohogwarts dan merupakan karakter yang paling gue sayang, dia menjadi Prefek asrama Gryffindor di tahun kelimanya. Meskipun gak dapet Best Character, masuk nominasinya aja udah lumayanlah ya namanya juga karakter baru. Lewat karakter ini gue belajar yang namanya menulis dan juga belajar memahami Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Blending dengan karakter ini? Tentu saja sering. Bahkan pernah sampe begadang bareng PM-nya Favianantha Fitzpatrick yang pada akhirnya jadi temen deket gue di dunia maya, Via namanya.
Ayie Rainyvow ini karakter yang sengaja dirancang untuk pipa air, maksudnya gak ada plot khusus untuk ke depannya. Jadi gimana alur aja, begitu juga dengan jodohnya nanti. Karakter ini banyak dekat dengan beberapa karakter cowok, sebut saja; Dean Thomas, Favianantha, Caesar, Robert Tad, Anselmus Willanders, dll. Pada akhirnya gue ngerasain jatuh cinta pada satu karakter bernama Hadrian Beckwourth. Sempat pacaran tapi pada akhirnya putus secara sepihak karena yang bersangkutan cuti dari sekolah karena kelahiran Muggleborn yang disandangnya. Dan pada akhirnya putus komunikasi, hingga akhir hidupnya karakter ini menikah dengan pemuda dari asrama Slytherin yang selama ini menjadi teman berkelahinya—Galadriel Giovanni.
Dengan PM-nya Galadriel Giovanni disepakati dua karakter ini nantinya punya anak kembar cowok dan cewek. Oke, awalnya gak ada masalah. Hingga pada satu hari Hadrian Beckwourth muncul lagi dan gue kembali blending parah. Apalagi ketika nemuin surat yang dikirim (di post) oleh Hadrian di forum Indohogwarts. Kesel, banget, tapi ya udahlah ya, ini cuma game. Nikmatin aja serunya. Mau tau isi suratnya? Ini dia.
"I'm sorry I met you darling, I'm sorry I left you."
*****
Halo.
Rasanya aku tidak perlu menyebutkan nama. Rasanya menyebalkan mengetahui nama belakangmu sudah berubah. Tidak, aku tidak cemburu atau apa. Aku hanya tidak senang sesuatu yang menjadi milikku direbut orang lain. Direbut padahal kita belum mengucapkan kata berpisah sama sekali. Benar, aku egois. Aku yang meninggalkanmu tapi aku yang sekarang mengirimkanmu surat. Tapi tenang, sayang, surat ini tidak aku peruntukkan untuk membuatmu sedih. Apalagi membuatmu pergi meninggalkan suamimu untukku.
Walau aku yakin aku bisa membuatmu melakukannya tapi, terima kasih, aku sudah kehilangan minat.
Saat ini aku berada di sekitar Austria, di salah satu penginapan di dekat Danau Faaker. Berapa tahun yang terbuang sebelum surat ini kutuliskan, hmm, aku sendiri tidak ingat. Aku hanya ingat saat itu terjadi Perang Hogwarts besar-besaran dan aku memutuskan pergi bersama Keelan tanpa pamit. Aku tidak akan minta maaf karena tanpaku pergi, kau tidak akan sebahagia sekarang. Berapa anakmu? Apa mereka lucu-lucu? Katakan, salam dari Paman Hadrian yang sekarang berada di Carinthia untuk menjelajah dunia.
Sekedar memperjelas agar aku tidak menjadi hantu dari masa lalumu, aku pergi dari Hogwarts karena mereka mulai mendiskreditkan jenisku. Muggleborn. Aku pergi dari dunia sihir karena aku merasa tak bisa lagi mendapatkan tempatku di sana. Aku berkeliling dunia bersama Keelan. Aku menjelajah hingga ke gurun-gurun di Afrika, menyusuri kanal-kanal di Venezia, hingga tersesat di hutan belantara dan memutuskan untuk ber-Apparate agar bisa keluar dari tempat itu. Aku pergi tanpa mengalami keadaan yang memungkinkan untuk mengirimkan surat kepadamu atau kepada siapapun kecuali keluarga angkatku yang masih berusaha mengejarku untuk pulang.
Kau pernah bertanya kepada Jimmy Peakes? Atau Geoffrey Hooper? Aku tak yakin mereka tahu aku dimana. Dan tentu, aku tak pernah berharap untuk kau tunggu. Aku lebih senang keadaannya seperti ini. Kau menemukan orang lain, menikah, punya anak, hidup bahagia sementara aku juga hidup bahagia dengan caraku sendiri.
Apakah masih ada yang mengganggu pikiranmu?
Karena ini sudah mencapai bagian akhir suratku. Tidak usah sampaikan salamku kepada suamimu, aku tidak mau dianggap sebagai perusak rumah tangga orang lain. Kepada anak-anakmu saja, lalu... selebihnya simpan untuk dirimu sendiri. Lain kali aku akan mampir ke tempatmu agar kau bisa melihat bahwa aku baik-baik saja; sehat dan senang, masih menikmati hidup sialan ini dengan hal-hal paling brengsek yang pernah Tuhan lakukan kepadaku.
Selamat berpisah, Ayie Rainyvow. Semoga kau bahagia sekarang.
Rasanya aku tidak perlu menyebutkan nama. Rasanya menyebalkan mengetahui nama belakangmu sudah berubah. Tidak, aku tidak cemburu atau apa. Aku hanya tidak senang sesuatu yang menjadi milikku direbut orang lain. Direbut padahal kita belum mengucapkan kata berpisah sama sekali. Benar, aku egois. Aku yang meninggalkanmu tapi aku yang sekarang mengirimkanmu surat. Tapi tenang, sayang, surat ini tidak aku peruntukkan untuk membuatmu sedih. Apalagi membuatmu pergi meninggalkan suamimu untukku.
Walau aku yakin aku bisa membuatmu melakukannya tapi, terima kasih, aku sudah kehilangan minat.
Saat ini aku berada di sekitar Austria, di salah satu penginapan di dekat Danau Faaker. Berapa tahun yang terbuang sebelum surat ini kutuliskan, hmm, aku sendiri tidak ingat. Aku hanya ingat saat itu terjadi Perang Hogwarts besar-besaran dan aku memutuskan pergi bersama Keelan tanpa pamit. Aku tidak akan minta maaf karena tanpaku pergi, kau tidak akan sebahagia sekarang. Berapa anakmu? Apa mereka lucu-lucu? Katakan, salam dari Paman Hadrian yang sekarang berada di Carinthia untuk menjelajah dunia.
Sekedar memperjelas agar aku tidak menjadi hantu dari masa lalumu, aku pergi dari Hogwarts karena mereka mulai mendiskreditkan jenisku. Muggleborn. Aku pergi dari dunia sihir karena aku merasa tak bisa lagi mendapatkan tempatku di sana. Aku berkeliling dunia bersama Keelan. Aku menjelajah hingga ke gurun-gurun di Afrika, menyusuri kanal-kanal di Venezia, hingga tersesat di hutan belantara dan memutuskan untuk ber-Apparate agar bisa keluar dari tempat itu. Aku pergi tanpa mengalami keadaan yang memungkinkan untuk mengirimkan surat kepadamu atau kepada siapapun kecuali keluarga angkatku yang masih berusaha mengejarku untuk pulang.
Kau pernah bertanya kepada Jimmy Peakes? Atau Geoffrey Hooper? Aku tak yakin mereka tahu aku dimana. Dan tentu, aku tak pernah berharap untuk kau tunggu. Aku lebih senang keadaannya seperti ini. Kau menemukan orang lain, menikah, punya anak, hidup bahagia sementara aku juga hidup bahagia dengan caraku sendiri.
Apakah masih ada yang mengganggu pikiranmu?
Karena ini sudah mencapai bagian akhir suratku. Tidak usah sampaikan salamku kepada suamimu, aku tidak mau dianggap sebagai perusak rumah tangga orang lain. Kepada anak-anakmu saja, lalu... selebihnya simpan untuk dirimu sendiri. Lain kali aku akan mampir ke tempatmu agar kau bisa melihat bahwa aku baik-baik saja; sehat dan senang, masih menikmati hidup sialan ini dengan hal-hal paling brengsek yang pernah Tuhan lakukan kepadaku.
Selamat berpisah, Ayie Rainyvow. Semoga kau bahagia sekarang.
***
Note: Dikirimkan melalui pos Muggle ber-cap pos Carinthia, Austria dalam keadaan lecek dan basah oleh hujan. Pengirimnya lupa membungkusnya dengan mantra Impervius, juga dengan sengaja tidak membubuhkan namanya di sana. Surat itu searah, datang mengikuti angin lembut musim semi yang hangat, dan tidak mengharapkan balasan. Surat itu membawa keinginan pengirimnya untuk disimpan sebagai sebuah penjelasan nyata atas dirinya yang lenyap bertahun-tahun lalu.
Surat itu darinya, Hadrian Beckwourth, untuk Ayie Rainyvow yang telah berganti nama belakang menjadi Ayie Giovanni.


No comments:
Post a Comment